Jumat, 05 Desember 2008

KONSIENTISAS

Konsientisasi Pendidikan

Oleh : Mohamad Hamim, S.Pd *)

Kurikulum Berbasis Kompetensi tidak berlaku lagi selagi belum banyak kalangan dapat “menikmatinya”, membandingkan kelebihan dan kekurangannya. Menyebut Guru belum siap mengikuti Kurikulum 2006 (Kompas, 9 Maret 2006) adalah kesimpulan yang terburu-buru, wong untuk kurikulum 2004 saja belum jelas arahnya, apalagi jika baru 1,3 % saja guru yang mengikuti pelatihan KBK Sementara, di kalangan guru mayoritas pergantian kurikulum hanya sekedar perubahan administrasi dan bukan esensi. Pembelaan terhadap kewenangan guru oleh anggota komisi X DPR, bahwa UN menghambat kreatifitas guru ( Kompas, 11 April 2006) telah lama dikumandangkan. Hasilnya ? UN tetap akan dilaksanakan.

“Kita telah menjadi latah, gampang meramaikan persoalan, tapi gampang juga melupakan” sekedar melewatkan momentum.

Kebetulan saja, saya masih tertarik dengan salah satu tokoh berpengaruh dalam pendidikan kritis, terutama gagasan tentang humanisasi pendidikan (pendidikan yang membebaskan). Tokoh itu adalah Paulo Freire. Akan tetapi bukan kebetulan jika saya menyoal (kembali) tentang salah satu ide besar beliau dengan alasan pertama, pendidikan yang masih saja direduksi maknanya dengan kegiatan belajar formal sehingga semakin memperkuat dominasi ( dalam berbagai bentuknya ) sekolah dalam upaya “pencerdasan” bangsa. Kedua, bahwa pendidikan pada kenyataannya bukanlah sesuatu yang benar-benar murni, ia dipengaruhi oleh kondisi kultur, sosial dan politik, sehingga intervensi kebijakan adalah hal yang “dianggap” lumrah. Ketiga, relasi yang tak adil (Subyek-obyek) pada akhirnya akan menyebabkan relasi yang tak demokratis, pelaku yang kuat akan menumpulkan kesadaran kritis pada pihak lainnya (tertindas). Berbagai kebijakan umumnya hanya bermakna intruksi yang mesti ditaati tanpa punya keberanian untuk mempertanyakan, mengkaji, dan berani menolak jika tidak sesuai dengan substansi, atau menerima secara sadar (bukan fatalistik).

Proses belajar adalah proses untuk menjadi orang yang sadar terhadap dirinya (learning to be), menyadari ada orang lain, serta diri adalah bagian dari alam/dunia sekitar. Berbagai kritikan yang terus ditujukan pada lembaga “pencetak kecerdasan” ini dari kapitalis, tirani, korup, sampai pada pembelajaran yang tidak berbasis realitas / anti realitas ( mengajari siswa menaiki puncak menara gading) menyodorkan kenyataan bagaimana proses pembelajaran selama ini berlangsung. Mengingat pentingnya kesadaran dalam pembelajaran, maka Paulo Freire mengemukakan konsep Konsientisasi dalam pendidikan.

Konsientisasi

Konsientisasi merupakan proses, di mana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan kemampuan untuk mengubah realitas. Ia merupakan proses untuk menjadi manusia sesungguhnya (manusia penuh). Menurut Freire, kesadaran manusia berkembang dalam tiga tahapan yang saling berkait. Kesadaran, magis, naif, dan kesadaran kritis.

Kesadaran magis (semi transitif) dicirikan pada sikap manusia yang menyerah begitu saja pada realitas (fatalitas) dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk merubah realitas itu. Ia menjalani aktivitas sekedar memenuhi rutinitas, kewajiban seiring tarikan nafas yang ada pada kordinasi pikiran bawah sadar. Ketika individu memiliki kemampuan untuk menanggapi realitas dan berdialog, maka ia telah beranjak pada kesadaran naïf (transitif). Namun kesadaran naïf ini masih memperlihatkan kepura-puraan, ia dicirikan oleh kecenderungan untuk menyederhanakan masalah, kurang argumentative – bahkan emosional. Kesadaran ini merupakan bagian dari kesadaran massa (tren yang sedang berlaku). Tradisi dialog sering terjebak pada polemik karena cara pandang yang superior, memandang rendah orang lain. Kesadaran ini otomatis rapuh dan mudah diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Kesadaran kritis berkembang dalam suasana demokratis. Ia dicirikan pada kemauan untuk mendalami realitas, mengkaji dan menguji kebenarannya. Kesadaran ini menghormati hal-hal baru, menolak peran pasif, mentradisikan dialog dan argumentatif. Konsientisasi dengan demikian menyaratkan kultur yang demokratis, siap menerima perbedaan dan terbuka. Menjadi istimewa, bahwa Paulo Freire, meski banyak sekali pemikiran yang berpengaruh terhadap cara pandangnya (fenomenologi, Marxis, kristianisme, personalisme, eksistensialisme) ia terlibat langsung dalam usaha pembebasan masyarakat (miskin, tertindas) dalam rangka memperjuangkan timbulnya masyarakat baru, bukan berkebudayaan bisu (Culture of Silence) melalui filsafat pendidikan. Humanisme berarti keterlibatan radikal manusia dalam konsientisasi, dan proses dalam itu mensyaratkan untuk membebaskan dirinya menjadi dirinya, bukan orang lain (etre pour sei). Namun dalam kenyatannya, kita sering berkesadaran sebagai orang lain (mengada sebagai orang lain) atau bahkan keberadaan yang dipaksa struktur-sistem untuk menjadi orang lain.

Bayangkan, dalam pembelajaran kita masih memandang diri kita (pendidik) sebagai “abdi” yang dengan segala konsekuensinya mesti mengikuti-segala kebijakan yang telah ditentukan. Beberapa kali kita (guru) sering ditinggalkan dalam penyusunan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan (pembelajaran), namun mesti ikut (sebagai obyek) dalam praksis. Pelarangan penjualan buku di sekolah, yang telah sekian lama dibicarakan menyisakan berbagai persoalan di kalangan pendidik. Persediaan buku di perpustakaan yang terbatas, padahal proyek anggaran untuk penyediaan buku paket sangat besar, Wasingatu Zakiyah memaparkan tentang besarnya anggaran pemerintah untuk pengadaan buku paket, yaitu sebesar 35,89 miliar pada Tahun 2003. akan tetapi di beberapa sekolah buku-buku itu tak jelas wujudnya. Sering bergantinya kurikulum adalah sebagian kecil dari sesuatu yang kurang disadari secara kritis oleh pembuat kebijakan (pemerintah).

Kalangan kritisi, LSM, hanya sekedar melihat bahwa menjual buku berarti keuntungan bagi guru sekaligus melihat ketakmampuan guru dalam pengajaran, padahal berapa kali kesempatan guru dilibatkan dalam pelatihan yang benar-benar profesional, seperti pelatihan penyusunan buku atau bahkan mendapat kesempatan untuk belajar pada jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan, ternyata masih belum dipandang sebagai kebutuhan pokok seperti halnya memandang pentingnya kesehatan, sangat jarang sekali mendengar kritikan yang ditujukan pada profesi dokter yang tarif berobat sekali saja terkadang sama dengan penghasilan kerja keras sebulan, masyarakat tak perlu tahu perhitungannya karena tak mau ambil resiko dengan nyawa. Guru mengadakan les tambahan / privat, mengelola bimbingan belajar dipandang komersialisasi ilmu, sementara mahalnya obat dokter tak pernah (jarang) dipermasalahkan.

Saya tidak menyemburui profesi lain dan tidak mutlak membenarkan profesi lain (guru), namun sekedar menunjukan bahwa kesadaran berbagai pihak masih pada kesadaran naïf, bahkan magis di mana dialog belum dibudayakan. Kalangan guru kaget – atau bahkan diam membisu (silence) berkaitan dengan pelarangan buku, yang efektifitasnya dipertanyakan karena tidak dibarengi dengan kebijakan pendamping untuk mengatasi masalah buku, apalagi berita kebocoran dana pengadaan buku jelas diketahui masyarakat luas. Sertifikasi guru, yang belum jelas (sebab sosialisasinya diperoleh lewat seminar yang tidak gratis) memaksa guru-guru SD untuk melanjutkan kuliah demi mendapatkan tunjangan profesional, yang belum jelas juga.

Jika demikian, maka ujung dari obyek penderita ini adalah siswa. Mereka adalah pihak yang jarang untuk diajak dialog (dengan segala bentuknya, kecuali rutinitas formal) untuk memiliki kesadaran kritis. Relasi yang masih belum berimbang dan adil semakin memperkokoh posisi masing-masing dan perlahan menyadari (magis) sebagai pihak yang lemah dan dominasi kekuasaan pada pihak lain. Paulo Freire muncul dari negara yang kultur masyarakatnya piramidal, kalangan minoritas sebagai pemegang puncak kebijakan dan mendominasi, menghegemoni kesadaran naifnya pada kalangan mayoritas bawah. Relasi inipun saya pikir ada cocoknya untuk menggambarkan strata kekuasaan dalam pendidikan kita. Kalangan mayoritas (masyarakat) masih merasakan ketakberdayaan dalam mengatasi persoalan pendidikan murah dan berkualitas, sementara guru sebagai pelaku pendidikan di tingkat bawahpun jarang diajak dialog dalam penetapan kebijakan. Konsientisasi pendidikan bukanlah masalah sederhana, karena berkaitan dengan kesadaran yang akan menentukan bentuk praksis perilaku-kebijakan, sehingga kebiasaan untuk dialog – bukan polemik, memandang setara berbagai pihak, kemauan berubah – bukan bisu, dan adanya jaminan keamanan adalah hal minimal untuk tercapainya perjalanan proses kreatif dan kritis, ini mendesak disadari berbagai pihak.

Wallahu a’lam bisshowab

*) Guru Kimia SMA Negeri 1 Kandanghaur - Indramayu

Ketua LKPES – IKMINDRA Indramayu

Read rest of entry

Dari Tim Kreatif

Wah senang sekali ternyata blog yang kita bikin keroyokan sudah ramai dikunjungi. Terlebih lagi dari komentar-komentar yang masuk banyak masukan positif dan berharga..(meskipun ada juga yang berisi sumpah jabatan..eh..sumpah serapah...)
Tim kreatif mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alumni yang mengunjungi blog ini dan memberikan komentarnya. Sebenarnya inilah tujuan kami membuat blog . Alumni bisa Keep in touch dengan Dewan Guru dan sekolah meskipun mungkin sebagian dari tim kreatif tidak anda kenal, karena ketika anda masih menuntut ilmu disini kami belum menjadi Dewan Guru di SMAN 1 Kandanghaur tercinta.
Namun, tak urung ada rasa malu di hati. SMA tertua kedua se-Indramayu ini ternyata hanya bisa membuat sebuah blog...bukan website. Mohon dimaklumi karena tidak ada dalam Rancangan Anggaran Kerja (RAK) SMAN 1 Kandanghaur...Kita berdoa saja semoga RAK tahun depan ada pos untuk pembuatan web...Amin...
Ada pula sebersit harapan:mungkinkah ada alumni yang berbaik hati menyediakan domain web untuk tim kreatif???Semoga....
Untuk anggota Tim Kreatif yang lain... ditunggu postingnya...

misterwaper
Read rest of entry

Selasa, 02 Desember 2008

BANGUNLAH WAHAI SAHABAT...














BANGUN..BANGUN WAHAI SAHABAT


Agaknya terlalu lama kita tidur…lama sekali

Sehingga....terlalu banyak kita bermimpi ...

Tentang..Keindahan....kebesaran..kejayaan...keberhasilan...kesuksesan

Sambil sesekali kita nglindur...ngiler ..dan tentu saja sedikit tersadar bahwa..

Kita sedang bermimpi...Tapi tidur lagi ...teruuuus sampe lama

Kemudian..

Kita pun bernostalgia..tentang kejayaan khilafah bani Abbas..tentang

Kejayaan abad keemasan ....yah..bernostalgia...mimpi masa lalu

Kemudian..

Kita pun bernostalgia tentang kemunduran itu..

Akibat serangan Hulagu—cucunya Jengis Khan ke Baghdad ..atau..atau

Apakah kita terus bermimpi..tidur...

Sedangkan kenyataan bahwa ketergantungan kita pada "orang lain" begitu besar ??

Ketika orang lain menginvestasikan Anggaran belanja untuk IPTEK 3 – 5 %....negara kita tercinta hanya 0,2% saja..Jepang 5%....sampe kapan kita tidur..

Cukup SAHABAT !!! mari kita bangun ..Bangun dari tidur yang sangat panjang..sudahi mimpi kita..mari kita bangun...

Bagaimana nasib anak-anak kita..generasi muda kita kalau kita Tidur terus...

InnaLLaha Ma'anaa.....Allahu Ghoyyatuna...La –Tansa...Sahabat..

Hamimb@e...Chemist-

Read rest of entry

Senin, 27 Oktober 2008

enaknya sma kandanghaur

pertama ruang guru kayanya paling pavorit tempat kumpul fasilitas mendukung meja bundar plus alat band, kayaknya perlu diterapkan keskolah lain, sayangnya itu alat band cuma di gebug sama pa wahyu aja, sama hamim bae.

gurunya keren sudah punya lektop semua biar dibilang ngga gaptek tapi belum ada actionnya di internet mungkin perlu kursus kilat kali ya

tapi yang keren SSN dari semua ruangan dua kelas inilah yang pake ac meski byar pet tapi bikin adem tamba adem lagi kalo mendung. pantes kalo guru beta bnget gajar di SSN paling banternya pilek, maklum belum termodifikasi dengan modernisasi

anak-anak sih oke aja kalo diajak belajar yang penting serius sambil ketawa-ketiwi katanya guru itu selain oke ilmunya oke juga membawa suasana, maklum siswa kebanyakan makan nasi dari pada lauknya/kabohidrat penuh protein nihil jadi kekuatan siswa cuma sampai jam 12 siang selanjutnya pinter-pinter guru membakar kabohidrat biar ngga ngantuk sampai jam 4 sore.
Read rest of entry

Minggu, 19 Oktober 2008

Advance Team


Tanggal 31 Oktober, 01 dan 02 November 2008 nanti kita mo’ ngada’in acara tahunan yang rutin diselenggarakan “ KEMAH BERSAMA” kegiatan ini di khususkan bagi kelas X dan sebagai ajang untuk memperkenalkan seluruh kegiatan Ekstra Kurikuler yang ada di Kampus Tercinta “SMA Negeri 1 Kandanghaur” Kepada Siswa Baru Kelas X untuk itu sekolah melakukan survey dan akhirnya menemukan satu lokasi yang dianggap cocok. Desa Narimbang Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang, itulah tempat yang kami anggap cocok, pertimbangan yang memilih lokasi tersebut adalah :

1.       Cost yang cukup murah

2.       Lokasi Terlindung dan dikelilingi oleh tebing

3.       Sumber air yang berlimpah

4.       Sarana MCK yang memadai

5.       Dekat dengan penduduk sehingga kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan bisa segera cari bantuan

6.       Suhu yang tidak terlalu dingin

 Penasaran kan ? kita tunggu saja ………….. nanti pasti kami liput dan kami posting kok !

 Trima Kasih Buat Team Advance :

Pa Eka yang lagi sayang ama HP barunya, Pa Agung yang sudah nyedia’in transportasinya, Pa Hardi yang terlalu tangguh buat di kalahkan oleh kita-kita yang muda, pa Wahyu yang blutoothnya kalo ngirim ampe 2 jam pelajaran, Mas Amran yang udah jaga keamanan kita dalam perjalanan, Pa Hamimbae yang udah nyediain Sirup dan kacang sebagai pelepas lelah

Buat Alumni dan pembaca jangan lupa kritik dan sarannya demi kemajuan Blog.

Read rest of entry

Senin, 13 Oktober 2008

Lebaran Ala "SMANKA"


Secara etimologi, ramadhan tuch berarti membakar—menghapus dosa yank udah qta lakuin. Sekarang kita udah memasuki hari raya iedul fithri n kembali ke fithrah (asal kejadian) manusia mpe qta bener-bener lebar, baek dosa kepada Allah ato dosa qta ma temen-temen. Itu dia yank mbuat ‘iedul fithri disebut dengan lebaran (kata orang jawa … red).

Dalam bulan-bulan Islam abiz ramadhan, qta masuk bulan Syawal—artunya meningkat, qta diarepin meningkat, menambah iman qta kepada Allah di bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya, abis kita digodog dalam ‘kawah chandradimuka ramadhan’. Nie dia … yank ngebuktiin kehakikian qta dalam memerangi hawa nafsu or qta akan kalah lagi di sebelas bulan berikutnya?

“Laisal ‘ied liman labisal jaded, walakinnal ied liman kana tha’athihi taziz”, yank intinya … Kalo lebaran ntu bukan buat mereka yang pake baju baru, n spatu baru za, but makna lebaran tuch sebenernya buat mereka-mereka yang udah ningkatin keimanannya ma Allah.

Dalam upaya ‘menghapus’ dosa sesama manusia SMANKA telah ngadain halal bi halal buat nambain ‘kesempurnaan’ qta dalam membuka lembaran baru, qta smua akan mula dari zero, nol lagi. Ga dah tuch yang namanya bo’ong-bo’ongan lagi alias ,madep rai mungkur ati’ jeh! … Jare Kang Yoyo Suwaryo (legendaries Tarling dangdut Indramayu).

“SELURUH CIVITAS ACADEMICA SMANKA N PENGURUS BLOGGER MENGUCAPKAN MINAL ‘AIDIN WAL FAIDZIN, TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQABBAL YA KARIM"
By. Riens Media
Read rest of entry

Minggu, 12 Oktober 2008

MANIFESTO UNTUK BANGKIT

Kami tak bisa akrab denganmu
sebab kaulah yang meracuni udara ini sehingga kami terkulai tiap hari
kilatan matamu melepas srigala...dimana kami menemukan cinta lagi ???di hutan larangan ini ..?
... dst ( buat penulisnya maafin ye..)

barangkali pula bahasa kita telah berbeda
sebab begitu sukar kau mengerti kami
kami melihat seribu warna, sedang kau satu warna saja
ya..kami hidup karena masih ada matahari sedang kau sudah mati karena terikat pada kursi
jika kau terjaga dari mimpimu
dengarlah amarah kami di luar rumahmu
itulah saat kami dihidupkan lagi
kami akan robohkan dinding2 penjara
dan kami maklumkan keseluruh bumi
Bahwa gencatan senjata tak berlaku lagi

Thank..to Nirwan Dewanto...Aktifis ITB 84
teruntuk sahabatku yang masih punya tenaga untuk perubahan
teruntuk siswa2ku..yang masih belajar dan alumni..teruslah kalian belajar apa saja..di mana saja..kapan saja...jadilah intelektual Organik...bukan Intelektual "hanya" sarjana

hamim_bae..
hei ...kawan bloger smanka 286..mane posting luuuuu..
oH YA....MOHOM MAAF LAHIR BATHIN
Read rest of entry

SEKEDAR MENGINGATKAN-MANIFESTO

Kami tak bisa akrab denganmu
sebab kaulah yang meracuni udara ini sehingga kami terkulai tiap hari
kilatan matamu melepas srigala...dimana kami menemukan cinta lagi ???di hutan larangan ini ..?
... dst ( buat penulisnya maafin ye..)

barangkali pula bahasa kita telah berbeda
sebab begitu sukar kau mengerti kami
kami melihat seribu warna, sedang kau satu warna saja
ya..kami hidup karena masih ada matahari sedang kau sudah mati karena terikat pada kursi
jika kau terjaga dari mimpimu
dengarlah amarah kami di luar rumahmu
itulah saat kami dihidupkan lagi
kami akan robohkan dinding2 penjara
dan kami maklumkan keseluruh bumi
Bahwa gencatan senjata tak berlaku lagi

Thank..to Nirwan Dewanto...Aktifis ITB 84
teruntuk sahabatku yang masih punya tenaga untuk perubahan

hamim_bae..
hei ...kawan bloger smanka 286..mane posting luuuuu..
Read rest of entry

Sabtu, 11 Oktober 2008

BERSATU..BERANI..

Buat Sahabat
waper yang ehmmm..ehm..buat Edward yg trengginas jalan2..buat Tim Kreatif, kaya'nya ada yg blm pernah posting n komen tuh..kenapa ??ga ada pulsa apa pulus ?? buat Wakasek yang kadang keder buat ngambil keputusan..buat guru Bp yang bagus sekali konsep psikologisnya..dan yang lincah..dan yang teduh...buat bu lili yang berapi2 juga ngomongin tentang perbaikan sistem..pa eka yang dikit2 mulai kaya pa edward..pengen jalan2 terus...pokoke buat semua sahabat deh yang kadang ...kesel...seneng ...campur aduk perasaan kalau lg di forum. terakhir buat diri ini yang kadang cape mikirin lu dan gelisah nglihat ketakkonsistenan diri aku dan kau

Kesan
aku terkesan dengan sikap2 sahabat yang bervariasi itu...sungguh.

Pesan
Hidup belum berakhir, tapi ntar kan diminta pertanggung jawaban sama Allah, maka marilah kita hiasi hidup ini dengan kejujuran, tanpa manipulasi dengan berbagai bentuknya,,, dengan kearifan-humanis dengan tidak menonjolkan jabatan-kekuasaan...kita sejajar lho...marilah kita buka ruang dialog...ga' usahlah terus2an menunjukan kekeliruan teknis, tapi melupakan filosofis..gantilah paradigma materialistis dengan dialektik...dengan filsafat konstruktif...bahwa masing-masing kita punya potensi. ingatlah siswa kita sekarang adalah masa depan bangsa dan kita...bagaimana kalau mereka tidak jujur ..doyan mabok...mungkin seperkian % adalah sumbangan kita. Oh ya..sistem kita mungkin yah yang kurang kondusif..makanya bukan terus diperdebatkan tapi marilah bertindak...BERSATU..BERJUANG dan MENANG...semoga.
kepada Allah SWT terakhir kita berserah diri..semoga setiap pemimpin memahami ini.
hamim@bae
Read rest of entry

Kamis, 25 September 2008

UNTUK KAWAN









Kawan...
Ada selaksa heran tak kuasa ku tahan..
Segenggam tanya terhenyak dalam benak...
Namun ku takut kita semua tak punya jawaban...
Karena semua masih dalam kenisbian...

Kawan...
Ketika semua yang kita lakukan ternyata...
Hanya dianggap sebuah kebodohan..
Adakah kita kan diam??

Kawan...
Sampai kapan kita akan terus membusai mulut-mulut kita
Dengan segala sumpah serapah??
Dan...Sampai mana kita akan membebani langkah-langkah kita
Dengan semua kemunafikan??

Kawan...
Bila memang kita harus terkapar dalam kepengecutan...
Adakah hati dapat terpungkiri??
Ataukah nurani yang telah mati??

Kawan...
KITA KALAH????

Untuk semua kawan yang peduli dengan SMAN Kandanghaur
WaPer313
Read rest of entry

Senin, 08 September 2008

Ramadhan Ala Nekadh286

sahur...... sahur.......... sahur........ mungkin kata itu sudah tak asing lagi di telinga kita manakala ramadhan telah datang. masing-masing instansi ikut menyemarakkan kegiatan ramadhan. Sahur berdasarkan yang disampaikan Rasulullah akan memberikan berkah: "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada berkah". Berkah mendapat pahala dan berkah karena ada makan dan minum yang kita santap.
Tiap kali datang puasa, ummat Islam menyambutnya dengan penuh suka cita. "Barang siapa yang merasa gembira dengan kedatangan ramadhan, maka surga jaminannya. Tentu, tidak hanya bergembira tetapi tidak melaksanakan puasa. Puasa adalah kafarat (penebus dosa) terhadap dosa yang kita lakukan selama satu tahun dengan catatan menjauhi dosa besar. Kata Allah dalam hadits Qudsi, "akan Aku berikan dua cahaya yang tidak diberikan kepada ummat-ummat sebelum Muhammad, yang akan menerangi dua kegelapan. Cahaya Al-Quran dan cahaya ramadhan yang akan menerangi kegelapan di hari akhir dan di dalam kubur". Dalam konteks menyambut bulan yang mulia itu SMA Negeri Kandanghaur melaksanakan kegiatan pesantren intensif ramadhan secara bergantian dari kelas X, XI dan XII. Acara dikemas sedemikian rupa supaya tidak jenuh. Diawali dengan tadarrus al-Quran, kajian keislaman dari siswa kemudian dilanjutkan dengan kajian Islam kontemporer oleh narasumber secara interaktif dan diakhiri dengan kegiatan buka bersama, mabith, untuk i'tikaf dan introspeksi. Harapannya sebagaimana Rasulullah menjamin "kita akan keluar di bulan Ramadhan dalam keadaan bersih sebagaimana bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya".
Read rest of entry

Minggu, 24 Agustus 2008

Tim Kreatif

Penanggung jawab
Mr. Paul

Design Layout
Rien's Media


Kontent
Hamim Bae'

Kreator
Wahyu Permana
Latief Fauzan
Eka Winaruki
Read rest of entry

Profil dan Nama Guru


Ini dia...SMA Negeri tertua kedua di Indramayu. Berdiri tiga dekade yang lalu, tepatnya tahun 1978 (Lumayan tua juga ya...)

Pengajar yang ada saat ini berjumlah 54 orang dari berbagai disiplin ilmu. Nih...Kalau mau kenalan (tapi ada beberapa yang ga ada di foto):

Berdiri ki-ka: M. Hamim, H. Yoyo, Latif, Casdiman, Waryono, Jarkoni, Rusbandi, Andih H, Rudi M, Suhardi, Unang H, Bamabng K, Yoto, Suwarno, Wardai, Wahyu Permana, Eka W, Sarbini, Karsono, Tohirin, Rasita, Kastam, Safrudin, Ridwan, Masduki D.
Duduk ki-ka: Uju, Sukamto, Sutarih, Sri H, Herlinda, Sartika Sari H, Kokom, Sunarti, Edi D Setiawan, Islakiyah, Paulus S, Iros R, H. Carwita, Mimin M, Supartinah,....
Keren-keren kan??? Heu...
Waper313
Read rest of entry

Sabtu, 23 Agustus 2008

Aliansi Guru Nekadh

Aliansi Guru Muda merupakan kelompok guru yang sukanya nglayap,...jembet,...tapi jangan tanya yach..mereka juga siap tempur... dan tentu saja berhadapan dengan siapapun...termasuk pejabat2 yang korup.
Read rest of entry

Kandanghaur News


Memang susah untuk menciptakan sekolah tercinta ini hebat, sebab banyak sekali yang harus di"bongkar" dari masalah siswa yang :
a. motivasi belajar rendah
b. susah diajak disiplin
c. males baca, apalagi beli buku
masalah Pemimpin, yang ...
a. kurang membuka ruang dialog
b. cara pandang yang masih kau - aku bukan kita
c. kurang memberikan reward
d. masih banyak dech.........
NAMUN...Alhamdulillah semua itu masih dapat terhibur oleh banyak guru yang masih idealis...tanggung jawab...tidak melulu orientasi pada duit..bukti semua itu adalah kami...dari Komunitas GURU MUDA mencoba unuk membuka ruang dialog secara maya...membangun jaringan informasi dalam sebuah Blog...bukan GEBLOG...apalagi GOBLOG....
Read rest of entry